Kamis, 11 April 2013

If I Become President




JIKA SUATU SAAT SAYA MENJADI PRESIDEN
Pada hal ini saya akan memaparkan bahwa menjadi presiden tidaklah gampang,banyak situasi dan kondisi sistem pemerintahan dan politik yang harus kita bina demi kehidupan bangsa.Presiden dan wakil presiden dipilih langsung oleh rakyat untuk masa kerja yang lamanya ditentukan konstitusi. Konsentrasi kekuasaan ada pada presiden sebagai kepala negara dan kepala pemerintahan. Dalam sistem presidensial para menteri adalah pembantu presiden yang diangkat dan bertanggung jawab kepada presiden.Pemerintahan presidensial memang membutuhkan dukungan riil dari rakyat yang akan menyerahkan mandatnya kepada capres. Namun, rakyat tak bisa menyerahkan begitu saja mandatnya tanpa tahu apa yang akan dilakukan capres.ciri-ciri sistem pemerintahan yang terbaik bagi kehidupan bangsa :

Ciri-ciri sistem pemerintahan presidensial yang tepat :
1.       Penyelenggara negara berada ditangan presiden. Presiden adalah kepala negara sekaligus kepala pemerintahan. Presiden tidak dipilih oleh parlemen, tetapi dipilih langsung oleh rakyat atau suatu dewan majelis.
2.       Kabinet (dewan menteri) dibentuk oleh presiden. Kabinet bertangungjawab kepada presiden dan tidak bertanggung jawab kepada parlemen atau legislatif.
3.       Presiden tidak bertanggung jawab kepada parlemen. Hal itu dikarenakan presiden tidak dipilih oleh parlemen.
4.       Presiden tidak dapat membubarkan parlemen seperti dalam sistem parlementer.
5.       Parlemen memiliki kekuasaan legislatif dan sebagai lembaga perwakilan. Anggota parlemen dipilih oleh rakyat.
Kelebihan Sistem Pemerintahan Presidensial yang harus diterapkan :
1.       Badan eksekutif lebih stabil kedudukannya karena tidak tergantung pada parlemen.
2.       Masa jabatan badan eksekutif lebih jelas dengan jangka waktu tertentu. Misalnya, masa jabatan Presiden Amerika Serikat adalah empat tahun, Presiden Indonesia adalah lima tahun.
3.       Penyusun program kerja kabinet mudah disesuaikan dengan jangka waktu masa jabatannya.
4.       Legislatif bukan tempat kaderisasi untuk jabatan-jabatan eksekutif karena dapat diisi oleh orang luar  termasuk anggota parlemen sendiri. 
Kekurangan Sistem Pemerintahan Presidensial yang bersifat negatif harus dihindari :
1.       Kekuasaan eksekutif diluar pengawasan langsung legislatif sehingga dapat menciptakan kekuasaan mutlak.
2.       Sistem pertanggungjawaban kurang jelas.
3.       Pembuatan keputusan atau kebijakan publik umumnya hasil tawar-menawar antara eksekutif dan legislatif sehingga dapat terjadi keputusan tidak tegas dan memakan waktu yang lama. 
TEHNIK DAN LANGKAH YANG SAYA LAKUKAN JIKA MENJADI PRESIDEN YAITU :
·         Saya akan meminta Menteri Pendidikan untuk memasukkan kurikulum budi pekerti ke dalam mata pelajaran sejak dari Taman Kanak-Kanak hingga Sekolah Menengah Atas.
·         Bekerja sama dengan Menteri Pemberdayaan Perempuan, menerapkan satu mata pelajaran tambahan bernama ‘Penyetaraan Jender’ agar adik-adik kecil yang masih bisa diajar tersebut lebih menghargai satu sama lain sebagai makhluk Tuhan yang pada hakikatnya saling membantu hidup di dunia.
·         Meminta kepada rakyat agar bisa menumbuh kembangkan penghijauaan,karna ini sangat penting bagi kehidupan generasi muda dan mengantisipasi agar banjir di ibu kota tidak terulang kembali.
·         Menyarankan agar alat transportasi menggunakan sepeda seperti halnya di negara jepang,agar tidak menyebabkan polusi udara yg sangat kotor.
·         Saya akan mengajukan oleh mentri pendidikan sekolah gratis bagi yang kurang mampu,Menata kota kumuh yang terdapat rakyat jalanan,pengemis atau pemulung,pengamen dan orang yatim agar dapat mengikuti program pembelajaran dan skill yang diperlukan untuk bekerja.
·         Saya akan mulai membiasakan rakyat Indonesia hidup sederhana dan berhenti berpikir menjadi seorang konsumen.  Hidup sederhana?Ya, tentunya dimulai dari saya sebagai presiden.
·         Saya akan menurunkan gaji saya sebagai presiden. Saya rasa, hidup dengan setengah gaji presiden yang sekarang adalah lebih dari cukup. Apabila anggota dewan yang terhormat dan para menteri punya rasa malu, pasti mereka bersedia bila saya usulkan bila gaji mereka juga dipangkas setengahnya. Apabila orientasi mereka adalah benar-benar untuk menyejahterakan rakyat.
·         Saya akan memberantas acara-acara tak penting yang hanya menghabiskan uang.Semisal acara jalan-jalan ke luar negeri berkedok study tour.Kalau memang menjanjikan hasil yang signifikan sih tidak apa-apa, namun bila setelah dan sesudah study tour tak ada perkembangan apa-apa, lebih baik ditiadakan dulu.Tunjangan-tunjangan yang tak perlu bagi menteri juga harus ditiadakan. Contohnya?Tunjangan uang bensin.Apa gaji 10 juta lebih kurang untuk membeli bensin???
·         Memimpin rakyat Indonesia ke arah yang lebih baik.Saya akan menanamkan paham, bila anda berani masuk menjadi bagian pemerintahan, berarti anda siap berjuang memikirkan nasib rakyat.
·         Saya akan menekankan kepada seluruh Warga Negara Indonesia untuk kembali membuka, membaca, mengkaji, memahami dan menerapkan Pancasila dan UUD’45 dengan sebaik-baiknya dan sebenar-benarnya, karena itu adalah Amanat Para Pendahulu Pendiri Bangsa dan Negara Indonesia ini.
Memperbaiki moral warga negara Indonesia.

·         Negara Indonesia ini  cuma punya satu masalah, yakni masalah moral. Semua masalah yang terjadi di Indonesia pada dasarnya berawal dari satu hal, yakni moral yang tak tertata dengan baik. Ambil saja salah satu contoh masalah yang paling nyata di Indonesia, yakni korupsi.
·         Korupsi adalah hasil dari moral yang tak tertata dengan baik, hasil keserakahan manusia yang hanya memikirkan dirinya sendiri tanpa memerdulikan nasib rakyat yang uangnya telah mereka curi. Tindakan nyata yang dapat saya lakukan sebagai presiden adalah dengan menyontohkan apa yang harusnya dilakukan oleh orang yang bermoral kepada masyarakat.
·         Tidak hanya bisa mengeluh bahwa gaji 60 juta itu kurang,tapi harus menjadi presiden yang siap berkorban bagi rakyatnya.
·         Presiden yang berani hidup sederhana asal raknyatnya tidak ada yang kelaparan.
·         Presiden yang tak sudi menggunakan uang rakyatnya sepeserpun demi kepentingan pribadinya.
·         Presiden yang selalu berada di sisi keadilan dan kebenaran, bukannya presiden yang takut atau malah mau-mau saja di”setir” oleh pihak-pihak yang berkuasa sebelum ia menjadi presiden.

            Setelah saya bisa menjadi presiden panutan, saya akan mulai membuat seminar-seminar perbaikan moral. Dan mungkin, saya akan mengadakan acara hipnosis untuk memulihkan moral mayoritas rakyat Indonesia yang sudah “berkarat”. Saya akan memberi dukungan dan apresiasi kepada film-film yang mengandung pesan moral yang baik dan yang mengandung penerapan dari Pancasila serta UUD 1945.
Setelah moral rakyat Indonesia menjadi lebih baik, saya akan menarget pendidikan di Indonesia bisa menjadi lebih baik dari sekarang.
Sarana ataupun cara untuk dapat menciptakan sesuatu guna menolong sesama, meningkatkan kesejahteraan manusia. namun sekarang ini,mayoritas ilmu pengetahuan malah digunakan sebagai batu loncatan untuk mendapatkan ijazah dan menacri kerja saja .Paham inilah yang menyebabkan banyaknya aksi curang –menyontek terjadi selama proses belajar mengajar. Padahal kalau mereka tahu, dengan mencontek mereka telah membohongi dan  mombodohi dirinya sendiri. Karena ilmu pengetahuan yang diajarkan sejatinya adalah bekal untuk bisa hidup dengan baik di dunia, untuk bisa lebih dekat dengan Allah.

Kemudian, saya akan menghentikan kebiasaan rakyat Indonesia yang cenderung lebih suka menjadi konsumen. Hal tersebut membuat rakyat selalu menggantungkan, malas, dan tidak mau berpikir kreatif.

 Be consument forever till die.

Ataupun saya akan memberi apresisasi dan dukungan bagi siapa saja yang dapat menciptakan sesuatu yang bermanfaat bagi orang banyak. Siapa saja yang dapat menyelesaikan masalah-masalah di Indonesia dengan ide ataupun temuannya, akan saya beri hadiah sebagai apresiasi. Saya akan membuat produksi luar negeri memiliki harga yang lebih tinggi dibandingkan produksi dalam negeri, agar produsen-produsen dalam negeri dapat lebih leluasa bersaing. Saya ingin menumbuhkan kreatifitas dan keinginan untuk menghasilkan sesuatu kepada rakyat, bukannya malah mengharap dibuatkan dan senang menjadi konsumen.

Bebarapa hak warga negara Indonesia antara lain sebagai berikut :
  1. Hak atas pekerjaan dan penghidupan yang layak.
  2. Hak membela negara
  3. Hak berpendapat
  4. Hak kemerdekaan memeluk agama
  5. Hak mendapatkan pengajaran
  6. Hak utuk mengembangkan dan memajukan kebudayaan nasional Indonesia
  7. Hak ekonomi untuk mendapat kan kesejahteraan sosial
  8. Hak mendapatkan jaminan keadilan sosial
Sedangkan kewajiban warga negara Indonesia terhadap negara Indonesia adalah :
  1. Kewajiban mentaati hukum dan pemerintahan
  2. Kewajiban membela negara
  3. Kewajiban dalam upaya pertahanan negara
            Sebagai negara dan bangsa yang telah 62 tahun merdeka, semua rakyat di berbagai lapisan, kecuali di lingkungan pejabat  negara terus-menerus mengeluh dengan berbagai macam penderitaan, kemiskinan, kebodohan, penyakit, pengangguran, dan kriminalitas yang semakin bringas serta biadab.Seharusnya hal ini tidaklah terjadi lagi kasus-kasus terhadap oknun-oknum  yang nantinya akan menderitakan rakyat.Partisipasi saya sebagai presiden harus menanamkan bijak dan tanggung jawab bagi kehidupan rakyat yang layak dan memajukan generasi muda untuk memiliki skill.


Selasa, 09 April 2013


SEPULUH PERAN MANAJER

Bentuk-bentuk Badan Usaha

Bentuk-bentuk perusahaan yang umum digunakan para pelaku bisnis di Indonesia adalah:
1)  Perusahaan Perorangan (U.D.) 
Pemilik bebas mengambil keputusan seluruh keuntungan perusahaan menjadi hak pemilik perusahaan.Rahasia perusahaan terjamin dan pemilik lebih giat berusaha.

2)  Firma (Fa) Persekutuan antara dua orang atau lebih dengan bersama untuk melaksanakan   usaha, umumnya dibentuk oleh orang-orang yang memiliki Keahlian sama atau seprofesi dengan tanggung jawab masing-masing anggota tidak terbatas, laba ataupun kerugian akan ditanggung bersama.
3)  Perseroan Komanditer (C.V.) Bentuk Badan Usaha CV adalah bentuk perusahaan kedua  setelah PT yang paling banyak digunakan para pelaku bisnis untuk menjalankan kegiatan usahanya di Indonesia.
4)  Perseroan Terbatas (P.T.) Bentuk badan usaha PT adalah bentuk perusahaan yang paling populer dalam bisnis dan paling banyak digunakan oleh para pelaku bisnis di Indonesia dalam menjalankan kegiatan usaha diberbagai bidang
Organsasi dapat dibagi tingkatannya dalam 3 tingkat, yaitu :
-          Manajer puncak, yang menduduki jabatan seperti General Manajer atau CEO (Chief Executive Officer)
-          Manajer menengah, yaitu mereka yang menduduki jabatan pemimpin fungsional (seperti manajer pemasaran, personalia, produksi, dan keuangan)
-          Manajer tingkat bawah adalah mereka yang berurusan dengan hal – hal yang bersifat teknis, seperti menyelia (supervisor) dan semacamnya.
Menurut Henry Mintzberg ada 10 macam. Peranan – peranan tersebut merupakan himpunan dari sejumlah aktivitas para manajer yang diperoleh melalui suatu studi yang mendalam. Kesepuluh peranan yang dimaksud adalah:
1.      Figurehead role (peran sebagai kepala); peranan untuk mewakili organisasi yangdipimpinnya dalam setiap kesempatan dan persoalan yang timbul secara formal.
2.      Leader role (peran pemimpin); peranan untuk menjadikan unit organisasinya berfungsi sebagai suatu kesatuan dalam mencapai tujuan dimana manajer perlu mengarahkan, memotivasi, dan menciptakan kondisi yang memungkinkan untuk bekerja bagi pengikutnya.
3.      Liaison role (peran penghubung); peranan yang mengharuskan manajer melakukan interaksi dengan teman sejawat, staf, dan orang – orang lain yang berada di luar organisasinya untuk mendapatkan informasi.
4.      Monitor role (peran pemantau); peranan yang mengharuskan seorang manajer untuk menjadi pencari, penerima dan pengumpul informasi agar supaya mampu mengembangakan pengertian yag baik dari organisasi yang dipimpinnya.
5.      Disseminator role (peran penyebar); peran yagn menempatkan manajer sebagai penyebar informasi ke seluruh jajaran organisasi yang menjadi tanggung jawabnya. Ini dimungkinkan karena ia memiliki akses pada semua informasi melalui peran monitornya.
6.      Spokesman role (peran juru bicara); peran manajer untuk mewakili organisasi utnuk menyampaikan informasi ke luar lingkungan organisasinya.
7.      Entrepreneur role (peran wirausaha); peran sebagai pemrakarsa dan perancang bagi sejumlah perubahan yang terkendali dalam organisasinya.
8.      Disturbance-handler role (peran penghalau gangguan) yaitu peran yang membawa manajer untuk bertanggung jawab ketika organisasinya mengalami krisis yang seringkali tidak direncanakan sebelumnya,
9.      Resource allocator of role (peran pembagi sumber-daya); peran manajer sebagai penentu di dalam mengalokasi sebagai sumber daya, seperti keuangan/dana untuk kegiatan tertentu di dalam organisasi.
10.  Negotiator role (peran perunding); peran yagn menempatkan manajer sebagai perunding (negotiator) baik dengan pihak – pohak dalam lingkungan organisasi maupun pihak luar guna pemecahan bagi masalah – masalah yang dihadapi organisasi.
Dari semua peran diatas selanjutnya dapat dikelompokkan kedalam 3 kelompok perilaku manajer, yaitu :
1. perilaku antar-pribadi (interpersonal behavior) yang terdiri dari: peran pemimpin, kepala dan perantara;
2. perilaku pemrosesan informasi ( information processing behavior) yang terdiri:     monitor, penyebar, dan juru bicara, dan
3. perilaku pengambilan keputusan (descision making behavior) yang meliputi : wirausaha, penghalau gangguan, pembagi sumber daya, dan perunding.
*Contoh seorang tokoh dalam mendirikan dan menciptakan produk panasonic  dalam bidang menufaktur.

Konosuke Matsushita lahir dalam keluarga sederhana di desa Wasa , Jepang, pada tanggal 27 Nopember 1894. Dia adalah seorang yang cenderung penutup dan agak sakit-sakitan.Anak dari 8 bersaudara, Matsushita memiliki ayah dengan hoby berjudi dan menghabiskan banyak uang. Pada usia sembilan tahun, ia bekerja di toko sepeda untuk membantu keluarganya bertahan hidup.
Salah satu prinsip yang dipegang Matsushita sepanjang karirnya adalah kemauan untuk mengambil risiko. Ketika dia keluar dari pekerjaannya di toko sepeda untuk menerima pekerjaan di Osaka Light, sebuah perusahaan utilitas listrik. Matsushita dengan cepat dipromosikan dan akhirnya menjadi seorang inspektur, pekerjaan terhormat di mana banyak pegawai yang bekerja dengan posisi tersebut hingga pensiun. Selama bekerja di Osaka Light, dia berhasil membuat sebuah jenis baru dari soket lampu, yang lebih baik dari yang telah ada pada saat itu. Matsushita menunjukkan penemuan kepada bosnya, sehingga membuat bosnya terkesan.

Matsushita tidak punya uang dan tidak ada pengalaman bisnis yang nyata, tetapi dia memiliki daya kreatifitas dan keinginan yang kuat. Di tahun 1917, dia memutuskan untuk memproduksi perangkat itu sendiri. Dengan bantuan istri dan tiga asisten, dengan penuh semangat Matsushita memulai usahanya. Dengan bekal pendidikan tingkat lima yang saat itu masih dibawah dari pendidikan sekolah tinggi, dan tidak memiliki pengalaman dalam pembuatan sebuah steker listrik. Tapi mereka memiliki kemauan yang besar. Dalam sebuah rumah petak sempit dua kamar, mereka bekerja berjam-jam, tujuh hari dalam seminggu. Setelah beberapa bulan mereka menjadi sangat kurus karenya bekerja tanpa lelah, dengan usaha keras akhirnya mereka berhasil menyelesaikan beberapa contoh produk baru. Saat itulah perusahaan yang bernama Panasonic berdiri.

Pedagang umumnya menolak produk baru steker listrik tersebut. Mereka berusaha mengatakan bahwa itu adalah produk yang inovatif. Dia tetap bertahan dan pantang menyerah, dan secara bertahap orang mulai membeli steker, ketika melihat bahwa lebih baik dalam kualitas dan hampir 50% lebih rendah dalam harga. Pada tahun 1922,Matsushita terus memperluas bisnisnya dengan mengambil kontrak untuk produk yang lain, seperti pelat isolator perusahaannya memperkenalkan produk baru setiap bulan. Matsushita juga mengembangkan strateginya yaitu :

-          Bisnis yang membuatnya menonjol dari pesaingnya.
-          Produk baru harus lebih baik 30% dan 30% lebih murah dari produk lain yang sama jenisnya.
Lampu sepeda, barang sangat diperlukan di Jepang. Matsushita menyadari bahwa dengan membuat produk lampu yang efisien untuk jutaan sepeda di negaranya, akan bisa menjadi sebuah produk yang populer. Akhirnya ia merancang satu produknya yang bernama "bullet-lamp" ,meskipun tidak langsung sukses.Baterai Matsushita's powered lampu menjadi begitu sukses sehingga banyak orang yang membelinya untuk digunakan di rumah mereka, untuk mengganti lampu minyak tanah tradisional.

Tahun 1923 bullet-lamp diikuti oleh produk inovatif lainya yaitu

-          pemanas ruangan elektrik
-          meja pemanas elektrik
-          tipe baru termostat
Produk pertama radio Matsushita diperkenalkan pada tahun 1931, hal ini memenangkan hadiah pertama dalam Tokyo Broadcasting Station radio contest :
-          3 model tabung vakum,.
-          Motor listrik dan kipas listrik.
  
Masa – masa berat
Tidak sepenuhnya perjalanan bisnis Matsushita berjalan dengan mulus. Meskipun lemari es, mesin cuci, AC, televisi berwarna, dan peralatan stereo yang akhirnya akan diproduksi, ada beberapa kendala yang menghadang. Dengan Depresi Besar pada tahun 1930-an, Matsushita melihat penjualan turun drastis. Tapi tidak seperti perusahaan lain tahapannya yaitu :

-           Memberhentikan karyawan agar perusahaan tidak merugi, karena aryawan sudah dianggapnya seperti bagian dari keluarganya.
-          Sebaliknya, Ia menggesar posisi karyawanya yang sebelumnya menjadi buruh pabrik untuk menempati posisi penjualan.
-          Pada saat yang sama ia memotong jadwal produksi. Namun, gudang penuh dengan barang dagangan yang tidak terjual.

Matsushita tidak akan berubah pikiran ketika manajer bersikeras bahwa perusahaan harus memecat karyawan dan menutup fasilitas agar perusahaan bisa tetap berdiri. Dia memotong setengah jam kerja, tapi tetap membayar penuh upah karyawannya. Ia juga meminta pekerja untuk membantu menjual jaminan simpanan saham. Sebagai perusahaan lain banyak yang bangkrut, namun Matsushita Electric tetap bertahan.

Perang Dunia Dua

Ketika Perang Dunia Kedua membawa kehancuran untuk negaranya, itu adalah masa sulit untuk bagaimana Matsushita bersikap terhadap perang yang terjadi, tetapi perusahaan itu tidak memproduksi bahan-bahan untuk mesin perang Jepang. Ketika Jepang kalah dan Sekutu menguasai, Matsushita diperintahkan untuk menghentikan semua produksi. Sejak perusahaan memproduksi untuk membantu Jepang dalam upaya perang, Matsushita Electric diberi sanksi dengan pembatasan produksi perusahaanya. Matsushita berfikir tampaknya itu adalah akhir perusahaannya, seperti yang dialami banyak perusahaan Jepang lainnya, yang tidak pernah bisa bangkit setelah perang. Matsushita sendiri, hampir didepak dari pimpinan perusahaan yang ia buat sendiri. karyawannya mengajukan saran kepada pemerintah militer untuk mengizinkan dia tetap memimpin.

Matsushita yakin Jenderal Douglas MacArthur dan gubernur militer lainnya bahwa perusahaannya seharusnya diizinkan untuk melanjutkan produksi. Dia berjanji bahwa Jepang akan sekali lagi menjadi kekuatan dunia, namun kali ini dengan cara damai. Dia percaya bahwa negaranya bisa memimpin dunia dalam elektronik. Gubernur militer, menyadari bahwa strategi tersebut akan membantu Jepang pulih dari kehancuran perang, perusahaan Matsushita diizinkan untuk membuka kembali. Matsushita dan tim manajemennya mulai membangun kembali. Matsushita Electric segera kembali produksi dan menghasilkan keuntungan. Semangat kerja antara karyawan sangat kuat.

Kebangkitan Perusahaan
Matsushita Electric terus berkembang, mengakuisisi perusahaan lainnya. Pada tahun 1952, ia menawarkan kepada konsumen televisi pertama hitam putih. Pada tahun 1959, Matsushita telah mendirikan tidak hanya Kyushu Matsushita Electric Company, Osaka Precision Machinery Company (kemudian berganti nama menjadi Matsushita Seiko), dan Matsushita Communication Industrial group (yang memproduksi tape recorder pertama), tetapi juga Matsushita Electric Corporation of America. Perusahaan yang membuat televisi berwarna pertama pada tahun 1960, karena produknya terus menyebar ke seluruh dunia sehingga brand terkenal yaitu "Nasional" dan "Panasonic."
Konosuke Matsushita meninggal pada usia 94 tahun, ia meninggal di Tokyo pada tanggal 27 April 1989, meninggalkan salah satu kerajaan manufaktur terbesar di Jepang.Dalam beberapa tahun terakhir perusahaan telah terlibat dengan pengembangan standar high-density optical disc dimaksudkan untuk menggantikan DVD dan kartu memori SD.
Pada tanggal 19 Januari 2006 Panasonic mengumumkan bahwa, mulai pada bulan Februari, ia akan menghentikan produksi televisi analog (kemudian 30% dari total bisnis TV) untuk berkonsentrasi pada TV digital.
Pada November 3, 2008 Panasonic dan Sanyo sedang dalam pembicaraan, sehingga pada akhirnya Panasonic mengakuisisi Sanyo. merger ini selesai pada bulan September 2009, dan menghasilkan satu-perusahaan dengan pendapatan lebih dari ¥ 11.2 triliun (sekitar $ 110 miliar). Sebagai bagian dari perusahaan elektronik Jepang terbesar, merek Sanyo dan sebagian besar karyawan akan dipertahankan sebagai anak perusahaan.

Referensi :

-