SEPULUH PERAN MANAJER
Bentuk-bentuk Badan Usaha
Bentuk-bentuk
perusahaan yang umum digunakan para pelaku bisnis di Indonesia adalah:
1) Perusahaan
Perorangan (U.D.)
Pemilik bebas mengambil keputusan seluruh keuntungan perusahaan menjadi hak
pemilik perusahaan.Rahasia perusahaan terjamin dan pemilik lebih giat berusaha.
2) Firma (Fa)
Persekutuan antara dua orang atau lebih dengan bersama untuk melaksanakan usaha, umumnya dibentuk oleh orang-orang yang
memiliki Keahlian sama atau seprofesi dengan tanggung jawab masing-masing
anggota tidak terbatas, laba ataupun kerugian akan ditanggung bersama.
3) Perseroan
Komanditer (C.V.) Bentuk Badan Usaha CV adalah bentuk perusahaan kedua setelah PT yang paling banyak digunakan para
pelaku bisnis untuk menjalankan kegiatan usahanya di Indonesia.
4) Perseroan
Terbatas (P.T.) Bentuk badan usaha PT adalah bentuk perusahaan yang paling
populer dalam bisnis dan paling banyak digunakan oleh para pelaku bisnis di
Indonesia dalam menjalankan kegiatan usaha diberbagai bidang
Organsasi dapat dibagi
tingkatannya dalam 3 tingkat, yaitu :
-
Manajer puncak, yang menduduki jabatan seperti General
Manajer atau CEO (Chief Executive Officer)
-
Manajer menengah, yaitu mereka yang menduduki jabatan
pemimpin fungsional (seperti manajer pemasaran, personalia, produksi, dan
keuangan)
-
Manajer tingkat bawah adalah mereka yang berurusan dengan
hal – hal yang bersifat teknis, seperti menyelia (supervisor) dan semacamnya.
Menurut Henry
Mintzberg ada 10 macam. Peranan – peranan tersebut merupakan himpunan dari
sejumlah aktivitas para manajer yang diperoleh melalui suatu studi yang
mendalam. Kesepuluh peranan yang dimaksud adalah:
1.
Figurehead role (peran sebagai kepala); peranan untuk
mewakili organisasi yangdipimpinnya dalam setiap kesempatan dan persoalan yang
timbul secara formal.
2.
Leader role (peran pemimpin); peranan untuk menjadikan
unit organisasinya berfungsi sebagai suatu kesatuan dalam mencapai tujuan
dimana manajer perlu mengarahkan, memotivasi, dan menciptakan kondisi yang
memungkinkan untuk bekerja bagi pengikutnya.
3.
Liaison role (peran penghubung); peranan yang
mengharuskan manajer melakukan interaksi dengan teman sejawat, staf, dan orang
– orang lain yang berada di luar organisasinya untuk mendapatkan informasi.
4.
Monitor role (peran pemantau); peranan yang mengharuskan
seorang manajer untuk menjadi pencari, penerima dan pengumpul informasi agar
supaya mampu mengembangakan pengertian yag baik dari organisasi yang
dipimpinnya.
5.
Disseminator role (peran penyebar); peran yagn menempatkan
manajer sebagai penyebar informasi ke seluruh jajaran organisasi yang menjadi
tanggung jawabnya. Ini dimungkinkan karena ia memiliki akses pada semua
informasi melalui peran monitornya.
6.
Spokesman role (peran juru bicara); peran manajer untuk
mewakili organisasi utnuk menyampaikan informasi ke luar lingkungan
organisasinya.
7.
Entrepreneur role (peran wirausaha); peran sebagai
pemrakarsa dan perancang bagi sejumlah perubahan yang terkendali dalam
organisasinya.
8.
Disturbance-handler role (peran penghalau gangguan) yaitu
peran yang membawa manajer untuk bertanggung jawab ketika organisasinya
mengalami krisis yang seringkali tidak direncanakan sebelumnya,
9.
Resource allocator of role (peran pembagi sumber-daya);
peran manajer sebagai penentu di dalam mengalokasi sebagai sumber daya, seperti
keuangan/dana untuk kegiatan tertentu di dalam organisasi.
10.
Negotiator role (peran perunding); peran yagn menempatkan
manajer sebagai perunding (negotiator) baik dengan pihak – pohak dalam
lingkungan organisasi maupun pihak luar guna pemecahan bagi masalah – masalah
yang dihadapi organisasi.
Dari semua peran diatas selanjutnya dapat dikelompokkan
kedalam 3 kelompok perilaku manajer, yaitu :
1. perilaku antar-pribadi
(interpersonal behavior) yang terdiri dari: peran pemimpin, kepala dan
perantara;
2. perilaku pemrosesan
informasi ( information processing behavior) yang terdiri: monitor, penyebar, dan juru bicara, dan
3. perilaku pengambilan
keputusan (descision making behavior) yang meliputi : wirausaha, penghalau
gangguan, pembagi sumber daya, dan perunding.
*Contoh seorang tokoh
dalam mendirikan dan menciptakan produk panasonic dalam bidang menufaktur.

Konosuke Matsushita lahir dalam keluarga
sederhana di desa Wasa , Jepang, pada tanggal 27 Nopember 1894. Dia adalah
seorang yang cenderung penutup dan agak sakit-sakitan.Anak dari 8 bersaudara,
Matsushita memiliki ayah dengan hoby berjudi dan menghabiskan banyak uang. Pada
usia sembilan tahun, ia bekerja di toko sepeda untuk membantu keluarganya
bertahan hidup.
Salah satu prinsip yang dipegang Matsushita sepanjang karirnya
adalah kemauan untuk mengambil risiko. Ketika dia keluar dari pekerjaannya di
toko sepeda untuk menerima pekerjaan di Osaka Light, sebuah perusahaan utilitas
listrik. Matsushita dengan cepat dipromosikan dan akhirnya menjadi seorang
inspektur, pekerjaan terhormat di mana banyak pegawai yang bekerja dengan
posisi tersebut hingga pensiun. Selama bekerja di Osaka Light, dia berhasil
membuat sebuah jenis baru dari soket lampu, yang lebih baik dari yang telah ada
pada saat itu. Matsushita menunjukkan penemuan kepada bosnya, sehingga membuat
bosnya terkesan.
Matsushita tidak punya uang dan tidak ada pengalaman bisnis yang nyata, tetapi
dia memiliki daya kreatifitas dan keinginan yang kuat. Di tahun 1917, dia
memutuskan untuk memproduksi perangkat itu sendiri. Dengan bantuan istri dan
tiga asisten, dengan penuh semangat Matsushita memulai usahanya. Dengan bekal
pendidikan tingkat lima yang saat itu masih dibawah dari pendidikan sekolah
tinggi, dan tidak memiliki pengalaman dalam pembuatan sebuah steker listrik.
Tapi mereka memiliki kemauan yang besar. Dalam sebuah rumah petak sempit dua
kamar, mereka bekerja berjam-jam, tujuh hari dalam seminggu. Setelah beberapa
bulan mereka menjadi sangat kurus karenya bekerja tanpa lelah, dengan usaha
keras akhirnya mereka berhasil menyelesaikan beberapa contoh produk baru. Saat
itulah perusahaan yang bernama Panasonic berdiri.
Pedagang umumnya menolak produk baru steker listrik tersebut. Mereka berusaha
mengatakan bahwa itu adalah produk yang inovatif. Dia tetap bertahan dan
pantang menyerah, dan secara bertahap orang mulai membeli steker, ketika
melihat bahwa lebih baik dalam kualitas dan hampir 50% lebih rendah dalam
harga. Pada tahun 1922,Matsushita terus memperluas bisnisnya dengan mengambil
kontrak untuk produk yang lain, seperti pelat isolator perusahaannya
memperkenalkan produk baru setiap bulan. Matsushita juga mengembangkan
strateginya yaitu :
-
Bisnis yang membuatnya menonjol
dari pesaingnya.
-
Produk baru harus lebih baik 30%
dan 30% lebih murah dari produk lain yang sama jenisnya.
Lampu
sepeda, barang sangat diperlukan di Jepang. Matsushita menyadari bahwa dengan
membuat produk lampu yang efisien untuk jutaan sepeda di negaranya, akan bisa
menjadi sebuah produk yang populer. Akhirnya ia merancang satu produknya yang
bernama "bullet-lamp" ,meskipun tidak langsung sukses.Baterai Matsushita's
powered lampu menjadi begitu sukses sehingga banyak orang yang membelinya untuk
digunakan di rumah mereka, untuk mengganti lampu minyak tanah tradisional.
Tahun 1923 bullet-lamp diikuti oleh produk inovatif lainya yaitu
-
pemanas ruangan elektrik
-
meja pemanas elektrik
-
tipe baru termostat
Produk pertama radio Matsushita
diperkenalkan pada tahun 1931, hal ini memenangkan hadiah pertama dalam Tokyo
Broadcasting Station radio contest :
-
3 model tabung vakum,.
-
Motor listrik dan kipas listrik.
Masa – masa berat
Tidak sepenuhnya perjalanan bisnis Matsushita berjalan dengan mulus. Meskipun
lemari es, mesin cuci, AC, televisi berwarna, dan peralatan stereo yang
akhirnya akan diproduksi, ada beberapa kendala yang menghadang. Dengan Depresi
Besar pada tahun 1930-an, Matsushita melihat penjualan turun drastis. Tapi
tidak seperti perusahaan lain tahapannya yaitu :
-
Memberhentikan
karyawan agar perusahaan tidak merugi, karena aryawan sudah dianggapnya seperti
bagian dari keluarganya.
-
Sebaliknya, Ia menggesar
posisi karyawanya yang sebelumnya menjadi buruh pabrik untuk menempati posisi
penjualan.
-
Pada saat yang sama ia
memotong jadwal produksi. Namun, gudang penuh dengan barang dagangan yang tidak
terjual.
Matsushita tidak akan berubah pikiran ketika manajer bersikeras bahwa
perusahaan harus memecat karyawan dan menutup fasilitas agar perusahaan bisa
tetap berdiri. Dia memotong setengah jam kerja, tapi tetap membayar penuh upah
karyawannya. Ia juga meminta pekerja untuk membantu menjual jaminan simpanan
saham. Sebagai perusahaan lain banyak yang bangkrut, namun Matsushita Electric
tetap bertahan.
Perang Dunia Dua
Ketika Perang Dunia Kedua membawa
kehancuran untuk negaranya, itu adalah masa sulit untuk bagaimana Matsushita
bersikap terhadap perang yang terjadi, tetapi perusahaan itu tidak memproduksi
bahan-bahan untuk mesin perang Jepang. Ketika Jepang kalah dan Sekutu
menguasai, Matsushita diperintahkan untuk menghentikan semua produksi. Sejak
perusahaan memproduksi untuk membantu Jepang dalam upaya perang, Matsushita Electric
diberi sanksi dengan pembatasan produksi perusahaanya. Matsushita berfikir
tampaknya itu adalah akhir perusahaannya, seperti yang dialami banyak
perusahaan Jepang lainnya, yang tidak pernah bisa bangkit setelah perang.
Matsushita sendiri, hampir didepak dari pimpinan perusahaan yang ia buat
sendiri. karyawannya mengajukan saran
kepada pemerintah militer untuk mengizinkan dia tetap memimpin.
Matsushita yakin Jenderal Douglas MacArthur dan gubernur militer lainnya bahwa
perusahaannya seharusnya diizinkan untuk melanjutkan produksi. Dia berjanji
bahwa Jepang akan sekali lagi menjadi kekuatan dunia, namun kali ini dengan
cara damai. Dia percaya bahwa negaranya bisa memimpin dunia dalam elektronik.
Gubernur militer, menyadari bahwa strategi tersebut akan membantu Jepang pulih
dari kehancuran perang, perusahaan Matsushita diizinkan untuk membuka kembali.
Matsushita dan tim manajemennya mulai membangun kembali. Matsushita Electric
segera kembali produksi dan menghasilkan keuntungan. Semangat kerja antara karyawan
sangat kuat.
Kebangkitan Perusahaan
Matsushita Electric terus
berkembang, mengakuisisi perusahaan lainnya. Pada tahun 1952, ia menawarkan
kepada konsumen televisi pertama hitam putih. Pada tahun 1959, Matsushita telah
mendirikan tidak hanya Kyushu Matsushita Electric Company, Osaka Precision
Machinery Company (kemudian berganti nama menjadi Matsushita Seiko), dan
Matsushita Communication Industrial group (yang memproduksi tape recorder
pertama), tetapi juga Matsushita Electric Corporation of America. Perusahaan
yang membuat televisi berwarna pertama pada tahun 1960, karena produknya terus
menyebar ke seluruh dunia sehingga brand terkenal yaitu "Nasional"
dan "Panasonic."
Konosuke Matsushita meninggal pada usia 94 tahun, ia meninggal di Tokyo pada tanggal
27 April 1989, meninggalkan salah satu kerajaan manufaktur terbesar di Jepang.Dalam
beberapa tahun terakhir perusahaan telah terlibat dengan pengembangan standar
high-density optical disc dimaksudkan untuk menggantikan DVD dan kartu memori
SD.
Pada tanggal 19 Januari 2006 Panasonic mengumumkan bahwa, mulai pada bulan
Februari, ia akan menghentikan produksi televisi analog (kemudian 30% dari
total bisnis TV) untuk berkonsentrasi pada TV digital.
Pada November 3, 2008 Panasonic dan Sanyo sedang dalam pembicaraan, sehingga
pada akhirnya Panasonic mengakuisisi Sanyo. merger ini selesai pada bulan
September 2009, dan menghasilkan satu-perusahaan dengan pendapatan lebih dari ¥
11.2 triliun (sekitar $ 110 miliar). Sebagai bagian dari perusahaan elektronik Jepang
terbesar, merek Sanyo dan sebagian besar karyawan akan dipertahankan sebagai
anak perusahaan.
Referensi :
-
Tidak ada komentar :
Posting Komentar