Minggu, 09 Maret 2014

HOTEL,BANDARA,RUMAH SAKIT & PERBANKAN ( SAMPIT )


 HOTEL

Hotel Idola    

Tipe Kamar    
Suite : Rp. 700.000 tersedia 7 Kamar
Deluxe : Rp. 500.000 tersedia 24 Kamar
Standard : Rp. 400.000 tersedia 28 Kamar
Fasilitas : Restaurant & Cafe, Meeting Room, Karaoke,
    Live Music, Bisnis Center, Wifi, dll.
Alamat : Jl. MT. Haryono No.40A Sampit Kalteng
Telp : (0531) 22995 Fax ( 0531) 22567
       
Hotel Permata Indah    
alt
Tipe Kamar    
Economy : Rp. 75.000 per night
Standard A : Rp. 115.000 per night
Standard B   : Rp. 130.000 per night
VIP    : Rp. 170 .000 per night
Alamat : Jl. D.I Panjaitan Sampit Kalteng
Telp : (0531) 22844 and 32114 Fax ( 0531) 21836
       
Hotel Meridian    
alt
Tipe Kamar    
Standard   A/C : Rp. 121.000 per night
VIP Single  A/C   : Rp. 145.000 per night
VIP Twin  A/C + TV + hot water : Rp. 165.000 per night
Suite A/C + TV + hot water : Rp. 250.000 per night
Alamat : Jl. Jend. A. Yani Sampit Kalteng
Telp : (0531) 23489 Fax ( 0531) 22889
       
Hotel Pigmy Raya    
alt
Tipe Kamar    
Suite Room : Rp. 750.000 per night
Deluxe Room : Rp. 500.000 per night
Standard Room : Rp. 300.000 per night
Fasilitas  : Restaurant, Tempat Bermain Anak-Anak,
    Victory Pub, Karaoke & Meeting Room
Alamat : Jl. Jend. Cilik Riwut Km 4,5 No. 88 Sampit Kalteng
Telp/Fax : (0531) 33470
       
Hotel Wella    
alt Tipe Kamar    
VIP 3 : Rp. 135.000 per night
VIP 2 : Rp. 150.000 per night
VIP 1 : Rp. 175.000 per night
Suite : Rp. 250 .000 per night
President Suite : Rp. 450.000 per night
Fasilitas : Aula/ Banquet, Swimming Pool, Coffe Shop,
    Lobby, Drugstore
Alamat : Jl. Cilik riwut Km.3,5 Sampit - Kalteng
Telp : (0531) 31626, Fax. (0531) 31356
       
Hotel Pondok Family Jl. Kapt. Mulyono No.6 Sampit Kalteng Telp / Fax : (0531) 34302
alt Tipe Kamar    
Suite Room Exclusive : Rp. 350.000 per night
Suite Room : Rp. 300.000 per night
VIP 1 Room : Rp. 200.000 per night
VIP 2 Room : Rp. 150.000 per night
Standard Room : Rp. 100.000 per night
Fasilitas : Room Rental, Mini Bar, Paket Perkawinan dan Ulang Tahun
       
                                                             


 

BANDARA

alt alt
Bandar udara H. Asan Sampit adalah sebuah bandara yang terletak di kota Sampit, Kalimantan Tengah. Bandara ini terletak di  Jl. Samekto, Kecamatan Baamang, Sampit.
Bandara ini memiliki landasan pacu seluas 1.850m x 30m yang dapat didarati oleh pesawat Boeing 737-200. Maskapai yang melalui bandara ini adalah Merpati untuk Sampit-Surabaya (PP) dan kalstar untuk tujuan sampit-jakarta (PP) serta tujuan banjarmasin, pangkalan-bun, ketapang dan pontianak.

PROFIL BANDAR UDARA H. ASAN SAMPIT

Nama Bandara : H.Asan  
Kota/Kabupaten/Propinsi : Sampit Kab. Kotim Propinsi Kalteng
Kelas Bandara : II
Penyelenggara/Pengelola : UPT/Satker Direktorat Jenderal Perhubungan Udara
Pelayanan PLLU : ADC
Kemampuan Operasi : Boeing 737 - 200  
Koordinat : 02O 30’ 05,42“ LS 112O 58’ 32,37“ BT  
Stasiun BMKG : Tersedia
Kode ICAO : WAOS
IATA : SMQ
Panjang Runway : 1.850 x 30 M
Luas Bangunan : 2.324 meter persegi
Jenis Pesawat yang mendarat : Boeing 737-200, 737-500, ATR-42
Memiliki 73 Pegawai Negeri Sipil dan 40 Tenaga Honorer  
   
FASILITAS SISI UDARA  
Aerodome Reference Code : 4C  
Kategori Operasional Runway : Non Instrument  
Runway      
• Dimensi : 1.850 m x 30 m  
• Arah : 13 – 31  
• PCN : 29 F/D/X/T  
Taxiway      
• Taxiway A      
- Dimensi : 75 m x 23 m  
- PCN : 29 F/D/X/T  
• Taxiway B      
- Dimensi : 75 m x 23 m  
- PCN : 29 F/D/X/T  
Apron :      
• Dimensi : 166 m x 50 m  
Overun :      
• Terdapat 2 buah overrun      
• Dimensi : 60 m x 30 m  
Turning Area :      
• Terdapat 2 buah turning area      
• Luas masing-masing : 1500 m2  
• Kekuatan : 29 F/D/X/T  
   
FASILITAS SISI DARAT  
Terminal Penumpang :      
• Luas : 1465 m2  
• Konstruksi : Permanen  
Gedung Kantor :      
• Luas : 200 m2  
• Konstruksi : Permanen  
Gedung PK-PPK :      
• Luas : 138 m2  
• Konstruksi ; Permanen  
Gedung NDB :      
• Luas : 48 m2  
• Konstruksi : Permanen  
Gedung Power House :      
• Luas : 96 m2  
• Konstruksi : Permanen  
Gedung VIP :      
• Luas : 108 m2  
• Konstruksi : Permanen  
Gedung Operasi :      
• Luas : 50 m2  
• Konstruksi : Permanen  
Tower (5 lantai) :      
• Luas : 125 m2  
• Konstruksi : Permanen  
       
Gallery :
alt alt alt
 
RUMAH SAKIT

RUMAH SAKIT UMUM DAERAH Dr. MURJANI SAMPIT
  alt  

Jl. H.M. ARSYAD NO.65 TELP. (0531) 21010, 21782 ,  25237, 34575   FAX. (0531) 21782 KABUPATEN KOTAWARINGIN TIMUR  PROPINSI KALIMANTAN TENGAH
A. Sejarah
· Tahun 1931 : Asal Muasal
Tahun ini adalah tonggak sejarah paling awal dari Rumah Sakit Umum Daerah Dr. Murjani Sampit yang dengan nama awal RSU Sampit, didirikan dan dibuka secara resmi untuk melayani masyarakat. Berlokasi di Jalan Ade Irma Suryani Nasution (saat ini lokasi tersebut menjadi Gedung Olah Raga Habaring Hurung Sampit). RSU Sampit dipimpin oleh seorang dokter berkebangsaan Belanda yang bekerja sebagai dokter pada PT. Inhutani III Sampit, bernama dr. Engelen Berneh.
· Tahun 1979 : Ekspansi
Perkembangan yang agak lambat membawa rumah sakit ini mengalami masa stagnan, namun pengembangan pelayanan kesehatan terus menjadi prioritas dengan memperluas tanah, pembangunan gedung baru serta penyediaan peralatan medik serta fasilitas pendukung lainnya. Pada awal Pelita III tahun 1979 mulai dirintis pembangunan Rumah Sakit di Jalan H.M. Arsyad Sampit (lokasi sekarang), dengan biaya APBN, APBD I dan APBD II.
Pada tanggal 12 Oktober 1984 (akhir Pelita III) Rumah Sakit Umum diresmikan oleh Bapak Gubernur Kepala Daerah Tingkat I Propinsi Kalimantan Tengah dengan nama Rumah Sakit Umum Daerah Dr. Murjani Sampit dengan kapasitas 20 buah tempat tidur yang berada pada 1 Bangunan Ruang Perawatan. Pada saat itu, RSUD Dr. Murjani Sampit merupakan Rumah Sakit Kelas D.
· Tahun 1996 : Era Baru
RSUD Dr. Murjani Sampit berdasarkan SK. MENKES Nomor : 186/Menkes/SK/II/1993 Tanggal 26 Pebruari 1993, ditingkatkan statusnya menjadi Rumah Sakit Kelas C dengan 53 buah Tempat Tidur, berdiri di areal seluas ± 4 Ha. Yang didukung oleh 4 Dokter Spesialis Dasar ( Penyakit Dalam, Bedah, Kebidanan & Penyakit Kandungan dan Anak).
Terkait dengan perkembangan fasilitas pelayanan di RSUD Dr. Murjani Sampit, sejak Tahun 2006 telah dilengkapi ruang perawatan dengan kapasitas Tempat Tidur sebanyak 100 Bed yang terdistribusi pada 8 Ruang Perawatan.
· Tahun 2001 : Konflik Etnis
Pada tahun 2001 (tepatnya 18 Febuari 2001) terjadi Konflik Etnis di Kalimantan Tengah yang bermula dari kota Sampit. Rumah sakit digunakan sebagai tempat penumpukan jenazah korban konflik. Keadaan ini membuat Citra RSUD Dr. Murjani menjadi sangat terpuruk. Pemanfaatan rawat inap rumah sakit menjadi terendah dalam 5 tahun terakhir. Kunjungan rawat jalan perhari sangat rendah. 4 Dokter Spesialis (Bedah, Anak, Kebidanan & penyakit Kandungan dan Radiologi) dari 5 Dokter Spesialis yang dimiliki pada tahun 2001, mengajukan mutasi keluar dari Sampit sehingga pada saat itu hanya ada Dokter Spesialis Penyakit Dalam. Selain Dokter Spesialis, banyak juga tenaga lain yang mengajukan mutasi ke luar ( 1 orang Apoteker, 12 orang perawat & 6 orang tenaga penunjang medis).
Sejak Tahun 2002 RSUD Dr. Murjani dibawah Kepemimpinan Dr. Yuendri Irawanto, M.Kes dibantu Tim Manajemen RS melakukan pembenahan secara menyeluruh untuk meningkatkan Citra Pelayanan RSUD Dr. Murjani Sampit, dan akhirnya pada Tahun 2005 RSUD Dr. Murjani Sampit berhasil meraih Juara I Piala Citra Pelayanan Prima Terbaik Tingkat Nasional
· Tahun 2008 : Kelas Baru
Berdasarkan Surat Keputusan Menteri Kesehatan Republik Indonesia Nomor : 1192/MENKES/SK/XII/2008, tanggal 24 Desember 2008 maka RSUD Dr. Murjani Sampit Milik Pemerintah Kabupaten Kotawaringin Timur Propinsi Kalimantan Tengah ditetapkan sebagai RSUD dengan Klasifikasi RSUD kelas B dengan 202 Tempat Tidur.
 
B. Visi dan Misi
alt          1. Visi
       Menjadi Institusi Layanan Kesehatan Yang Pertama dan Utama di Kalimantan Tengah.
          2. Misi
       Mewujudkan Kepuasan Semua Pihak Terkait Dalam Karya Pelayanan.

 

 

Peta Sampit



Bank Mega Cabang Sampit
Jl. A. Yani No.51 Sampit 74322  Telp. (0531) - 32523  Fax.(0531) -  32051
alt
Mega Tujuan Anda
alt

PT. Bank Central Asia Tbk
Jl. A. Yani Sampit 0531-24945, 24935
alt
Hallo BCA 021 - 500888
 
alt
PT. Bank Muamalat Tbk
Kantor Cabang Pembantu Sampit
Jl. AIS. NAsution No.8 Sampit Telp. 0531 - 30954
alt
SALAMUAMALAT Phone Banking 24 Jam (021) 2511616                Kebebasan dan ketenangan dalam satu tabungan
alt
PT. Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk
Jl. MT. Haryono Sampit
alt
Call BRI 14017 atau (021) 500017
alt
PT. Bank Mandiri (Persero) Tbk.
Jl. MT. Haryono No.81A Sampit Telp.0531 - 21035
PT. Bank Mandiri (Persero) Tbk KCP Sampit Antasari
Jl. Pangeran Antasari No.22 Sampit Telp.0531 - 34643

alt
Mandiri Call 14000 atau (021) 5299 7777                  Terdepan, Terpercaya. Tumbuh bersama Anda.
alt
PT. Bank Danamon Indonesia, Tbk.
Jl. Mayjend. Sutoyo No 86, Sampit Telp. (0531) -  22228-9, 23042  Fax. (0531) -  24833
alt
Untuk Anda, Bisa
alt
Bank BII Kantor Cabang Sampit
JL. Rahadi Usman No. 3 Sampit  Kalimantan Tengah
alt
alt
PT. Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk
Jl. S. Parman Sampit
alt
BNI Call 500046 atau 021 - 5789 9999                        Melayani Negeri, Kebanggaan Bangsa
alt
PT Bank Pembangunan Kalteng
Jl. Ahmad Yani No.7 Sampit Telp.(0531) - 21832, Fax. (0531) - 21407
alt
Mitra Terpercaya Meraih Sukses
alt

Bank Syariah Mandiri Kantor Cabang Sampit
Jl. MT. Haryono No.6 Sampit Telp. (0531) 24222, 24400
alt

Mandiri Syariah Call (021) 529907755                  Lebih Adil dan Menenteramkan

alt
PT. Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk
Jl. MT. Haryono Sampit
alt

Rabu, 26 Februari 2014

True Love Story (cinta yang membawa surga)


Al-Mubarrid menyebutkan dari Abu Kamil dari Ishaq bin Ibrahim dari Raja' bin Amr An-Nakha'i, ia berkata, "Adalah di Kufah, terdapat pemuda tampan, dia sangat rajin dan taat. Suatu waktu dia berkunjung ke kampung dari Bani An-Nakha'.

Dia melihat seorang wanita cantik dari mereka sehingga dia jatuh cinta dan kasmaran. Dan ternyata cintanya pada si wanita cantik tak bertepuk sebelah tangan.

Karena sudah jatuh cinta, akhirnya pemuda itu mengutus seseorang untuk melamar gadis tersebut. Tetapi si ayah mengabarkan bahwa putrinya telah dojodohkan dengan sepupunya. Walau demikian, cinta keduanya tak bisa padam bahkan semakin berkobar. Si wanita akhirnya mengirim pesan lewat seseorang untuk si pemuda, bunyinya, 'Aku telah tahu betapa besar cintamu kepadaku, dan betapa besar pula aku diuji dengan kamu. Bila kamu setuju, aku akan mengunjungimu atau aku akan mempermudah jalan bagimu untuk datang menemuiku di rumahku.'

Dijawab oleh pemuda tadi melalui orang suruhannya, 'Aku tidak setuju dengan dua alternatif itu, sesungguhnya aku merasa takut bila aku berbuat maksiat pada Rabbku akan adzab yang akan menimpaku pada hari yang besar. Aku takut pada api yang tidak pernah mengecil nyalanya dan tidak pernah padam kobaranya.'

Ketika disampaikan pesan tadi kepada si wanita, dia berkata, "Walau demikian, rupanya dia masih takut kepada Allah? Demi Allah, tak ada seseorang yang lebih berhak untuk bertaqwa kepada Allah dari orang lain. Semua hamba sama-sama berhak untuk itu." Kemudian dia meninggalkan urusan dunia dan menyingkirkan perbuatan-perbuatan buruknya serta mulai beribadah mendekatkan diri kepada Allah. Akan tetapi, dia masih menyimpan perasaan cinta dan rindu pada sang pemuda. Tubuhnya mulai kurus karena menahan rindunya, sampai akhirnya dia meninggal dunia karenanya. Dan pemuda itu seringkali berziarah ke kuburnya, Dia menangis dan mendo'akanya. Suatu waktu dia tertidur di atas kuburannya. Dia bermimpi berjumpa dengan kekasihnya dengan penampilan yang sangat baik. Dalam mimpi dia sempat bertanya, "Bagaimana keadaanmu? Dan apa yang kau dapatkan setelah meninggal?"

Dia menjawab, "Sebaik-baik cinta wahai orang yang bertanya, adalah cintamu. Sebuah cinta yang dapat mengiring menuju kebaikan."

Pemuda itu bertanya, "Jika demikian, kemanakah kau menuju?" Dia jawab, "Aku sekarang menuju pada kenikmatan dan kehidupan yang tak berakhir. Di Surga kekekalan yang dapat kumiliki dan tidak akan pernah rusak."

Pemuda itu berkata, "Aku harap kau selalu ingat padaku di sana, sebab aku di sini juga tidak melupakanmu." Dia jawab, "Demi Allah, aku juga tidak melupakanmu. Dan aku meminta kepada Tuhanku dan Tuhanmu (Allah SWT) agar kita nanti bisa dikumpulkan. Maka, bantulah aku dalam hal ini dengan kesungguhanmu dalam ibadah."

Si pemuda bertanya, "Kapan aku bisa melihatmu?" Jawab si wanita: "Tak lama lagi kau akan datang melihat kami." Tujuh hari setelah mimpi itu berlalu, si pemuda dipanggil oleh Allah menuju kehadiratNya, meninggal dunia.

Hmm, sebuah kisah cinta yang agung dengan berdasarkan janji bertemu di surga. Luar biasa. AllahuAkbar.

Ali bin Abi Thalib dan Fatimah Az-Zahra
Cinta Ali dan Fatimah luar biasa indah, terjaga kerahasiaanya dalam sikap, ekspresi, dan kata, hingga akhirnya Allah menyatukan mereka dalam suatu pernikahan. Konon saking rahasianya, setan saja tidak tahu menahu soal cinta di antara mereka. Subhanallah.

Ali terpesona pada Fatimah sejak lama, disebabkan oleh kesantunan, ibadah, kecekatan kerja, dan paras putri kesayangan Rasulullah Saw. itu. Ia pernah tertohok dua kali saat Abu Bakar dan Umar ibn Khattab melamar Fatimah sementara dirinya belum siap untuk melakukannya. Namun kesabarannya berbuah manis,lamaran kedua orang sahabat yang tak diragukan lagi kesholehannya tersebut ternyata ditolak Rasulullah Saw. Akhirnya Ali memberanikan diri. Dan ternyata lamarannya kepada Fatimah yang hanya bermodal baju besi diterima.

Di sisi lain, Fatimah ternyata telah memendam cintanya kepada Ali sejak lama. Dalam suatu riwayat dikisahkan bahwa suatu hari setelah kedua menikah, Fatimah berkata kepada Ali: “Maafkan aku, karena sebelum menikah denganmu. Aku pernah satu kali merasakan jatuh cinta pada seorang pemuda dan aku ingin menikah dengannya”. Ali pun bertanya mengapa ia tetap mau menikah dengannya, dan apakah Fatimah menyesal menikah dengannya. Sambil tersenyum Fathimah menjawab, “Pemuda itu adalah dirimu”

2. Umar bin Abdul Aziz
Umar bin Abdul Aziz, khalifah termasyhur dalam Bani Umayyah, suatu kali jatuh cinta pada seorang gadis, namun istrinya, Fatimah binti Abdul Malik tak pernah mengizinkannya menikah lagi. Suatu saat dikisahkan bahwa Umar mengalami sakit akibat kelelahan dalam mengatur urusan pemerintahan. Fatimah pun datang membawa kejutan untuk menghibur suaminya. Ia menghadiahkan gadis yang telah lama dicintai Umar, begitu pun si gadis mencintai Umar. Namun Umar malah berkata: "Tidak! Ini tidak boleh terjadi. Saya benar-benar tidak merubah diri saya kalau saya kembali kepada dunia perasaan semacam itu,"

Umar memenangkan cinta yang lain, karena memang ada cinta di atas cinta. Akhirnya ia menikahkan gadis itu dengan pemuda lain. Tidak ada cinta yang mati di sini. Karena sebelum meninggalkan rumah Umar, gadis itu bertanya, "Umar, dulu kamu pernah mencintaiku. Tapi kemanakah cinta itu sekarang?" Umar bergetar haru, tapi ia kemudian menjawab, "Cinta itu masih tetap ada, bahkan kini rasanya lebih dalam!"

3. Abdurrahman ibn Abu Bakar
Abdurrahman bin Abu Bakar Ash Shiddiq dan istrinya, Atika, amat saling mencintai satu sama lain sehingga Abu Bakar merasa khawatir dan pada akhirnya meminta Abdurrahman menceraikan istrinya karena takut cinta mereka berdua melalaikan dari jihad dan ibadah. Abdurrahman pun menuruti perintah ayahnya, meski cintanya pada sang istri begitu besar.

Namun tentu saja Abdurrahman tak pernah bisa melupakan istrinya. Berhari-hari ia larut dalam duka meski ia telah berusaha sebaik mungkin untuk tegar. Perasaan Abdurrahman itu pun melahirkan syair cinta indah sepanjang masa:

Demi Allah, tidaklah aku melupakanmu
Walau mentari tak terbit meninggi
Dan tidaklah terurai air mata merpati itu
Kecuali berbagi hati
Tak pernah kudapati orang sepertiku
Menceraikan orang seperti dia
Dan tidaklah orang seperti dia dithalaq karena dosanya
Dia berakhlaq mulia, beragama, dan bernabikan Muhammad
Berbudi pekerti tinggi, bersifat pemalu dan halus tutur katanya

Akhirnya hati sang ayah pun luluh. Mereka diizinkan untuk rujuk kembali. Abdurrahman pun membuktikan bahwa cintanya suci dan takkan mengorbankan ibadah dan jihadnya di jalan Allah. Terbukti ia syahid tak berapa lama kemudian.

4. Rasulullah Saw. dan Khadijah binti Khuwailid

Teladan dalam kisah cinta terbaik tentunya datang dari insan terbaik sepanjang masa: Rasulullah Saw. Cintanya kepada Khadijah tetap abadi walaupun Khadijah telah meninggal. Alkisah ternyata Rasulullah telah memendam cintanya pada Khadijah sebelum mereka menikah. Saat sahabat Khadijah, Nafisah binti Muniyah, menanyakan kesedian Nabi Saw. untuk menikahi Khadijah, maka Beliau menjawab: “Bagaimana caranya?” Ya, seolah-olah Beliau memang telah menantikannya sejak lama.

Setahun setelah Khadijah meninggal, ada seorang wanita shahabiyah yang menemui Rasulullah Saw. Wanita ini bertanya, "Ya Rasulullah, mengapa engkau tidak menikah? Engkau memiliki 9 keluarga dan harus menjalankan seruan besar."

Sambil menangis Rasulullah Saw menjawab, "Masih adakah orang lain setelah Khadijah?"

Kalau saja Allah tidak memerintahkan Muhammad Saw untuk menikah, maka pastilah Beliau tidak akan menikah untuk selama-lamanya. Nabi Muhammad Saw menikah dengan Khadijah layaknya para lelaki. Sedangkan pernikahan-pernikahan setelah itu hanya karena tuntutan risalah Nabi Saw, Beliau tidak pernah dapat melupakan istri Beliau ini walaupun setelah 14 tahun Khadijah meninggal.

Masih banyak lagi bukti-bukti cinta dahsyat nan luar biasa islami Rasulullah Saw. kepada Khadijah. Subhanallah.

5. Rasulullah Saw. dan Aisyah
Jika Rasulullah SAW ditanya siapa istri yang paling dicintainya, Rasul menjawab, ”Aisyah”. Tapi ketika ditanya tentang cintanya pada Khadijah, beliau menjawab, “cinta itu Allah karuniakan kepadaku”. Cinta Rasulullah pada keduanya berbeda, tapi keduanya lahir dari satu yang sama: pesona kematangan.

Pesona Khadijah adalah pesona kematangan jiwa. Pesona ini melahirkan cinta sejati yang Allah kirimkan kepada jiwa Nabi Saw. Cinta ini pula yang masih menyertai nama Khadijah tatkala nama tersebut disebut-sebut setelah Khadijah tiada, sehingga Aisyah cemburu padanya.

Sedangkan Aisyah adalah gabungan dari pesona kecantikan, kecerdasan, dan kematangan dini. Ummu Salamah berkata, “Rasul tidak dapat menahan diri jika bertemu dengan Aisyah.”

Banyak kisah-kisah romantis yang menghiasi kehidupan Nabi Muhammad dan istrinya, Aisyah. Rasul pernah berlomba lari dengan Aisyah. Rasul pernah bermanja diri kepada Aisyah. Rasul memanggil Aisyah dengan panggilan kesayangan ‘Humaira’. Rasul pernah disisirkan rambutnya, dan masih banyak lagi kisah serupa tentang romantika suami-istri.

6. Thalhah ibn ‘Ubaidillah
Berikut ini kutipan kisah Thalhah ibn ‘Ubaidillah.

Satu hari ia berbincang dengan ‘Aisyah, isteri sang Nabi, yang masih terhitung sepupunya. Rasulullah datang, dan wajah beliau pias tak suka. Dengan isyarat, beliau Shallallaahu ‘Alaihi wa Sallam meminta ‘Aisyah masuk ke dalam bilik. Wajah Thalhah memerah. Ia undur diri bersama gumam dalam hati, “Beliau melarangku berbincang dengan ‘Aisyah. Tunggu saja, jika beliau telah diwafatkan Allah, takkan kubiarkan orang lain mendahuluiku melamar ‘Aisyah.”

Satu saat dibisikannya maksud itu pada seorang kawan, “Ya, akan kunikahi ‘Aisyah jika Nabi telah wafat.”

Gumam hati dan ucapan Thalhah disambut wahyu. Allah menurunkan firmanNya kepada Sang Nabi dalam ayat kelimapuluhtiga surat Al Ahzab, “Dan apabila kalian meminta suatu hajat kepada isteri Nabi itu, maka mintalah pada mereka dari balik hijab. Demikian itu lebih suci bagi hati kalian dan hati mereka. Kalian tiada boleh menyakiti Rasulullah dan tidak boleh menikahi isteri-isterinya sesudah wafatnya selama-lamanya.”

Ketika ayat itu dibacakan padanya, Thalhah menangis. Ia lalu memerdekakan budaknya, menyumbangkan kesepuluh untanya untuk jalan Allah, dan menunaikan haji dengan berjalan kaki sebagai taubat dari ucapannya. Kelak, tetap dengan penuh cinta dinamainya putri kecil yang disayanginya dengan asma ‘Aisyah. ‘Aisyah binti Thalhah. Wanita jelita yang kelak menjadi permata zamannya dengan kecantikan, kecerdasan, dan kecemerlangannya. Persis seperti ‘Aisyah binti Abi Bakr yang pernah dicintai Thalhah.

Subhanallah. Mantab.
Ummu Sulaim dan Abu Thalhah
Ummu Sulaim merupakan janda dari Malik bin Nadhir. Abu Thalhah yang memendam rasa cinta dan kagum akhirnya memutuskan untuk menikahi Ummu Sulaim tanpa banyak pertimbangan. Namun di luar dugaan, jawaban Ummu Sulaim membuat lidahnya menjadi kelu dan rasa kecewanya begitu menyesakkan dada, meski Ummu Sulaim berkata dengan sopan dan rasa hormat,

"Sesungguhnya saya tidak pantas menolak orang yang seperti engkau, wahai Abu Thalhah. Hanya sayang engkau seorang kafir dan saya seorang muslimah. Maka tak pantas bagiku menikah denganmu. Coba Anda tebak apa keinginan saya?"

"Engkau menginginkan dinar dan kenikmatan," kata Abu Thalhah.

"Sedikitpun saya tidak menginginkan dinar dan kenikmatan. Yang saya inginkan hanya engkau segera memeluk agama Islam," tukas Ummu Sualim tandas.

"Tetapi saya tidak mengerti siapa yang akan menjadi pembimbingku?" tanya Abu Thalhah.

"Tentu saja pembimbingmu adalah Rasululah sendiri," tegas Ummu Sulaim.

Maka Abu Thalhah pun bergegas pergi menjumpai Rasulullah Saw. yang mana saat itu tengah duduk bersama para sahabatnya. Melihat kedatangan Abu Thalhah, Rasulullah Saw. berseru, "Abu Thalhah telah datang kepada kalian, dan cahaya Islam tampak pada kedua bola matanya."

Ketulusan hati Ummu Sulaim benar-benar terasa mengharukan relung-relung hati Abu Thalhah. Ummu Sulaim hanya akan mau dinikahi dengan keislamannya tanpa sedikitpun tegiur oleh kenikmatan yang dia janjikan. Wanita mana lagi yang lebih pantas menjadi istri dan ibu asuh anak-anaknya selain Ummu Sulaim? Hingga tanpa terasa di hadapan Rasulullah Saw. lisan Abu Thalhah basah mengulang-ulang kalimat, "Saya mengikuti ajaran Anda, wahai Rasulullah. Saya bersaksi, bahwa tidak ada ilah yang berhak diibadahi kecuali Allah dan saya bersaksi bahwa Muhammad adalah utusanNya."

Menikahlah Ummu Sulaim dengan Abu Thalhah, sedangkan maharnya adalah keislaman suaminya. Hingga Tsabit –seorang perawi hadits- meriwayatkan dari Anas, "Sama sekali aku belum pernah mendengar seorang wanita yang maharnya lebih mulia dari Ummu Sulaim, yaitu keislaman suaminya." Selanjutnya mereka menjalani kehidupan rumah tangga yang damai dan sejahtera dalam naungan cahaya Islam.

9. Kisah seorang pemuda yang menemukan apel
Alkisah ada seorang pemuda yang ingin pergi menuntut ilmu. Dictengah perjalanan dia haus dan singgah sebentar di sungai yang airnya jernih. dia langsung mengambil air dan meminumnya. tak berapa lama kemudian dia melihat ada sebuah apel yang terbawa arus sungai, dia pun mengambilnya dan segera memakannya. setelah dia memakan segigit apel itu dia segera berkata "Astagfirullah"

Dia merasa bersalah karena telah memakan apel milik orang lain tanpa meminta izin terlebih dahulu. "Apel ini pasti punya pemiliknya, lancang sekali aku sudah memakannya. Aku harus menemui pemiliknya dan menebus apel ini".

Akhirnya dia menunda perjalanannya menuntut ilmu dan pergi menemui sang pemilik apel dengan menyusuri bantaran sungai untuk sampai kerumah pemilik apel. Tak lama kemudian dia sudah sampai ke rumah pemilik apel. Dia melihat kebun apel yang apelnya tumbuh dengan lebat.

"Assalamualaikum...."

"Waalaikumsalam wr.wb.". Jawab seorang lelaki tua dari dalam rumahnya.

Pemuda itu dipersilahkan duduk dan dia pun langsung mengatakan segala sesuatunya tanpa ada yang ditambahi dan dikurangi. Bahwa dia telah lancang memakan apel yang terbawa arus sungai.

"Berapa harus kutebus harga apel ini agar kau ridha apel ini aku makan pak tua". tanya pemuda itu.

Lalu pak tua itu menjawab. "Tak usah kau bayar apel itu, tapi kau harus bekerja di kebunku selama 3 tahun tanpa dibayar, apakah kau mau?"

Pemuda itu tampak berfikir, karena untuk segigit apel dia harus membayar dengan bekerja di rumah bapak itu selama tiga tahun dan itupun tanpa digaji, tapi hanya itu satu-satunya pilihan yang harus diambilnya agar bapak itu ridha apelnya ia makan."Baiklah pak, saya mau."

Alhasil pemuda itu bekerja di kebun sang pemilik apel tanpa dibayar. Hari berganti hari, minggu, bulan dan tahun pun berlalu. Tak terasa sudah tiga tahun dia bekerja dikebun itu. Dan hari terakhir dia ingin pamit kepada pemilik kebun.

"Pak tua, sekarang waktuku bekerja di tempatmu sudah berakhir, apakah sekarang kau ridha kalau apelmu sudah aku makan?"

Pak tua itu diam sejenak. "Belum."

Pemuda itu terhenyak. "Kenapa pak tua, bukankah aku sudah bekerja selama tiga tahun di kebunmu."

"Ya, tapi aku tetap tidak ridha jika kau belum melakukan satu permintaanku lagi."

"Apa itu pak tua?"

"Kau harus menikahi putriku, apakah kau mau?"

"Ya, aku mau." jawab pemuda itu.

Bapak tua itu mengatakan lebih lanjut. "Tapi, putriku buta, tuli, bisu dan lumpuh, apakah kau mau?"

Pemuda itu tampak berfikir, bagaimana tidak...dia akan menikahi gadis yang tidak pernah dikenalnya dan gadis itu cacat, dia buta, tuli, dan lumpuh. Bagaimana dia bisa berkomunikasi nantinya? Tapi diap un ingat kembali dengan segigit apel yang telah dimakannya. Dan dia pun menyetujui untuk menikah dengan anak pemilik kebun apel itu untuk mencari ridha atas apel yang sudah dimakannya.

"Baiklah pak, aku mau."

Segera pernikahan pun dilaksanakan. Setelah ijab kabul sang pemuda itupun masuk kamar pengantin. Dia mengucapkan salam dan betapa kagetnya dia ketika dia mendengar salamnya dibalas dari dalam kamarnya. Seketika itupun dia berlari mencari sang bapak pemilik apel yang sudah menjadi mertuanya.

"Ayahanda...siapakah wanita yang ada didalam kamar pengantinku? Kenapa aku tidak menemukan istriku?"

Pak tua itu tersenyum dan menjawab. "Masuklah nak, itu kamarmu dan yang di dalam sana adalah istimu."

Pemuda itu tampak bingung. "Tapi ayahanda, bukankah istriku buta, tuli tapi kenapa dia bisa mendengar salamku?

Bukankah dia bisu tapi kenapa dia bisa menjawab salamku?"

Pak tua itu tersenyum lagi dan menjelaskan. "Ya, memang dia buta, buta dari segala hal yang dilarang Allah. Dia tuli, tuli dari hal-hal yang tidak pantas didengarnya dan dilarang Allah. Dia memang bisu, bisu dari hal yang sifatnya sia-sia dan dilarang Allah, dan dia lumpuh, karena tidak bisa berjalan ke tempat-tempat yang maksiat."

Pemuda itu hanya terdiam dan mengucap lirih: "Subhanallah....."

Dan merekapun hidup berbahagia dengan cinta dari Allah.

10. Zulaikha dan Yusuf As.

Cinta Zulaikha kepada Yusuf As. konon begitu dalam hingga Zulaikha takut cintanya kepada Yusuf merusak cintanya kepada Allah Swt. Berikut sedikit ulasan tentang cinta mereka

Zulaikha adalah seorang puteri raja sebuah kerajaan di barat (Maghrib) negeri Mesir. Beliau seorang puteri yang cantik menarik. Beliau bermimpi bertemu seorang pemuda yang menarik rupa parasnya dengan peribadi yang amanah dan mulia. Zulaikha pun jatuh hati padanya. Kemudian beliau bermimpi lagi bertemu dengannya tetapi tidak tahu namanya.

Kali berikutnya beliau bermimpi lagi, lelaki tersebut memperkenalkannya sebagai Wazir kerajaan Mesir. Kecintaan dan kasih sayang Zulaikha kepada pemuda tersebut terus berputik menjadi rindu dan rawan sehingga beliau menolak semua pinangan putera raja yang lain. Setelah bapanya mengetahui isihati puterinya, bapanya pun mengatur risikan ke negeri Mesir sehingga mengasilkan majlis pernikahan dengan Wazir negri Mesir.

Memandang Wazir tersebut atau al Aziz bagi kali pertama, hancur luluh dan kecewalah hati Zulaikha. Hatinya hampa dan amat terkejut, bukan wajah tersebut yang beliau temui di dalam mimpi dahulu. Bagaimanapun ada suara ghaib berbisik padanya: “Benar, ini bukan pujaan hati kamu. Tetapi hasrat kamu kepada kekasih kamu yang sebenarnya akan tercapai melaluinya. Janganlah kamu takut kepadanya. Mutiara kehormatan engkau sebagai perawan selamat bersama-sama dengannya.”

Perlu diingat sejarah Mesir menyebut, Wazir diraja Mesir tersebut adalah seorang kasi, yang dikehendaki berkhidmat sepenuh masa kepada baginda raja. Oleh yang demikian Zulaikha terus bertekat untuk terus taat kepada suaminya kerana ia percaya ia selamat bersamnya.

Demikian masa berlalu, sehingga suatu hari al-Aziz membawa pulang Yusuf a.s. yang dibelinya di pasar. Sekali lagi Zulaikha terkejut besar, itulah Yusuf a.s yang dikenalinya didalam mimpi. Tampan, menarik dan menawan.

Sabda Nabi Saw. yang diriwayatkan oleh Hammad dari Tsabit bin Anas memperjelasnya: "Yusuf dan ibunya telah diberi oleh Allah separuh kecantikan dunia."

Kisah Zulaikha dan Yusuf direkam di dalam Al Quran pada Surah Yusuf ayat 21 sampai 36 dan ayat 51. Selepas ayat tersebut Al Quran tidak menceritakan kelanjutan hubungan Zulaikha dengan Yusuf a.s. Namun Ibn Katsir di dalam Tafsir Surah Yusuf memetik bahwa Muhammad bin Ishak berkata bahawa kedudukan yang diberikan kepada Yusuf a.s oleh raja Mesir adalah kedudukan yang dulunya dimiliki oleh suami Zulaikha yang telah dipecat. Juga disebut-sebut bahwa Yusuf telah beristrikan Zulaikha sesudah suaminya meninggal dunia, dan diceritakan bahwa pada suatu ketika berkatalah Yusuf kepada Zulaikha setelah ia menjadi isterinya, “Tidakkah keadaan dan hubungan kita se¬karang ini lebih baik dari apa yang pernah engkau inginkan?”

Zulaikha menjawab, “Janganlah engkau menyalahkan aku, hai kekasihku, aku sebagai wanita yang cantik, muda belia bersuamikan seorang pemuda yang berketerampilan dingin, menemuimu sebagai pemuda yang tampan, gagah perkasa bertubuh indah, apakah salah bila aku jatuh cinta kepadamu dan lupa akan kedudukanku sebagai wanita yang bersuami?”

Dikisahkan bahwa Yusuf menikahi Zulaikha dalam keadaan gadis (perawan) dan dari perkawinan itu memperoleh dua orang putra: Ifraitsim bin Yusuf dan Misya bin Yusuf.

Semoga Bermanfaat......

Jumat, 26 April 2013

RADEN AJENG KARTINI MASA KINI ( TRI KIRANA MUSLIDATUN )



Pejuang Kemajuan Wanita Kartini

Mendirikan sekolah wanita di Jepara dan Rembang.
Door Duistermis tox Licht, Habis Gelap Terbitlah Terang, itulah judul buku dari kumpulan surat-surat Raden Ajeng Kartini yang terkenal. Surat-surat yang dituliskan kepada sahabat-sahabatnya di negeri Belanda itu kemudian menjadi bukti betapa besarnya keinginan dari seorang Kartini untuk melepaskan kaumnya dari diskriminasi yang sudah membudaya pada zamannya.
Buku itu menjadi pedorong semangat para Indonesia dalam memperjuangkan hak-haknya. Perjuangan tidaklah hanya tertulis di atas kertas tapi dibuktikan dengan mendirikan sekolah gratis untuk anak gadis di Jepara dan Rembang.
Upaya dari puteri seorang Bupati Jepara ini telah membuka penglihatan kaumnya di berbagai daerah lainnya. Sejak itu sekolah-sekolah lahir dan bertumbuh di berbagai pelosok negeri. Indonesia pun telah lahir menjadi manusia seutuhnya.
Di era , akhir abad 19 sampai awal abad 20, wanita-wanita negeri ini belum memperoleh kebebasan dalam berbagai hal. Mereka belum diijinkan untuk memperoleh pendidikan yang tinggi seperti pria bahkan belum diijinkan menentukan jodoh/suami sendiri, dan lain sebagainya.
yang merasa tidak bebas menentukan pilihan bahkan merasa tidak mempunyai pilihan sama sekali karena dilahirkan sebagai seorang wanita, juga selalu diperlakukan beda dengan saudara maupun teman-temannya yang pria, serta perasaan iri dengan kebebasan wanita-wanita Belanda, akhirnya menumbuhkan keinginan dan tekad di hatinya untuk mengubah kebiasan kurang baik itu.
Pada saat itu, Raden Ajeng Kartini yang lahir di Jepara, Jawa Tengah pada tanggal 21 April 1879, ini sebenarnya sangat menginginkan bisa memperoleh pendidikan yang lebih tinggi, namun sebagaimana kebiasaan saat itu dia pun tidak diizinkan oleh orang tuanya.
Dia hanya sempat memperoleh pendidikan sampai E.L.S. (Europese Lagere School) atau tingkat sekolah dasar. Setamat E.L.S, Kartini pun dipingit sebagaimana kebiasaan atau adat-istiadat yang berlaku di tempat kelahirannya dimana setelah seorang wanita menamatkan sekolah di tingkat sekolah dasar, gadis tersebut harus menjalani masa pingitan sampai tiba saatnya untuk menikah.
Merasakan hambatan demikian, Kartini remaja yang banyak bergaul dengan orang-orang terpelajar serta gemar membaca buku khususnya buku-buku mengenai kemajuan wanita seperti karya-karya Multatuli "Max Havelaar" dan karya tokoh-tokoh pejuang wanita di Eropa, mulai menyadari betapa tertinggalnya wanita sebangsanya bila dibandingkan dengan wanita bangsa lain terutama wanita Eropa.
Dia merasakan sendiri bagaimana ia hanya diperbolehkan sekolah sampai tingkat sekolah dasar saja padahal dirinya adalah anak seorang Bupati. Hatinya merasa sedih melihat kaumnya dari anak keluarga biasa yang tidak pernah disekolahkan sama sekali.
Sejak saat itu, dia pun berkeinginan dan bertekad untuk memajukan wanita bangsanya, Indonesia. Dan langkah untuk memajukan itu menurutnya bisa dicapai melalui pendidikan. Untuk merealisasikan cita-citanya itu, dia mengawalinya dengan mendirikan sekolah untuk anak gadis di daerah kelahirannya, Jepara. Di sekolah tersebut diajarkan pelajaran menjahit, menyulam, memasak, dan sebagainya. Semuanya itu diberikannya tanpa memungut bayaran alias cuma-cuma.
Bahkan demi cita-cita mulianya itu, dia sendiri berencana mengikuti Sekolah Guru di Negeri Belanda dengan maksud agar dirinya bisa menjadi seorang pendidik yang lebih baik. Beasiswa dari Pemerintah Belanda pun telah berhasil diperolehnya, namun keinginan tersebut kembali tidak tercapai karena larangan orangtuanya. Guna mencegah kepergiannya tersebut, orangtuanya pun memaksanya menikah pada saat itu dengan Raden Adipati Joyodiningrat, seorang Bupati di Rembang.
Berbagai rintangan tidak menyurutkan semangatnya, bahkan pernikahan sekalipun. Setelah menikah, dia masih mendirikan sekolah di Rembang di samping sekolah di Jepara yang sudah didirikannya sebelum menikah. Apa yang dilakukannya dengan sekolah itu kemudian diikuti oleh wanita-wanita lainnya dengan mendirikan 'Sekolah Kartini' di tempat masing-masing seperti di Semarang, Surabaya, , Malang, Madiun, dan Cirebon.
Sepanjang hidupnya, Kartini sangat senang berteman. Dia mempunyai banyak teman baik di dalam negeri maupun di Eropa khususnya dari negeri Belanda, bangsa yang sedang menjajah Indonesia saat itu. Kepada para sahabatnya, dia sering mencurahkan isi hatinya tentang keinginannya memajukan wanita negerinya. Kepada teman-temannya yang orang Belanda dia sering menulis surat yang mengungkapkan cita-citanya tersebut, tentang adanya persamaan hak kaum wanita dan pria.
Setelah meninggalnya Kartini, surat-surat tersebut kemudian dikumpulkan dan diterbitkan menjadi sebuah buku yang dalam bahasa Belanda berjudul Door Duisternis tot Licht (Habis Gelap Terbitlah Terang). Apa yang terdapat dalam buku itu sangat berpengaruh besar dalam mendorong kemajuan wanita Indonesia karena isi tulisan tersebut telah menjadi sumber motivasi perjuangan bagi kaum wanita Indonesia di kemudian hari.
Apa yang sudah dilakukan RA Kartini sangatlah besar pengaruhnya kepada kebangkitan bangsa ini. Mungkin akan lebih besar dan lebih banyak lagi yang akan dilakukannya seandainya Allah memberikan usia yang panjang kepadanya. Namun Allah menghendaki lain, ia meninggal dunia di usia muda, usia 25 tahun, yakni pada tanggal 17 September 1904, ketika melahirkan putra pertamanya.
Mengingat besarnya jasa Kartini pada bangsa ini maka atas nama negara, pemerintahan , Presiden Pertama Republik Indonesia mengeluarkan Keputusan Presiden Republik Indonesia No.108 Tahun 1964, tanggal 2 Mei 1964 yang menetapkan Kartini sebagai Kemerdekaan Nasional sekaligus menetapkan hari lahir Kartini, tanggal 21 April, untuk diperingati setiap tahun sebagai hari besar yang kemudian dikenal sebagai Hari Kartini.
Belakangan ini, penetapan tanggal kelahiran Kartini sebagai hari besar agak diperdebatkan. Dengan berbagai argumentasi, masing-masing pihak memberikan pendapat masing-masing. Masyarakat yang tidak begitu menyetujui, ada yang hanya tidak merayakan Hari Kartini namun merayakannya sekaligus dengan Hari Ibu pada tanggal 22 Desember.
Alasan mereka adalah agar tidak pilih kasih dengan - wanita Indonesia lainnya. Namun yang lebih ekstrim mengatakan, masih ada pahlawan wanita lain yang lebih hebat daripada RA Kartini. Menurut mereka, wilayah perjuangan Kartini itu hanyalah di Jepara dan Rembang saja, Kartini juga tidak pernah memanggul senjata melawan penjajah. Dan berbagai alasan lainnya.
Sekalipun Sumpah Pemuda belum dicetuskan waktu itu, tapi pikiran-pikirannya tidak terbatas pada daerah kelahiranya atau tanah Jawa saja. Kartini sudah mencapai kedewasaan berpikir nasional sehingga nasionalismenya sudah seperti yang dicetuskan oleh Sumpah Pemuda 1928.
Terlepas dari pro kontra tersebut, dalam sejarah bangsa ini kita banyak mengenal nama-nama pahlawan wanita kita seperti Cut Nya' Dhien, Cut Mutiah, Nyi. Ageng Serang, Dewi Sartika, Nyi , Ny. Walandouw Maramis, Christina Martha Tiahohu, dan lainnya.
Mereka berjuang di daerah, pada waktu, dan dengan cara yang berbeda. Ada yang berjuang di , Jawa, , Menado dan lainnya. Ada yang berjuang pada zaman penjajahan Belanda, pada zaman penjajahan Jepang, atau setelah kemerdekaan. Ada yang berjuang dengan mengangkat senjata, ada yang melalui pendidikan, ada yang melalui organisasi maupun cara lainnya. Mereka semua adalah pejuang-pejuang bangsa, pahlawan-pahlawan bangsa yang patut kita hormati dan teladani.
Raden Ajeng Kartini sendiri adalah pahlawan yang mengambil tempat tersendiri di hati kita dengan segala cita-cita, tekad, dan perbuatannya. Ide-ide besarnya telah mampu menggerakkan dan mengilhami perjuangan kaumnya dari kebodohan yang tidak disadari pada masa lalu. Dengan keberanian dan pengorbanan yang tulus, dia mampu menggugah kaumnya dari belenggu diskriminasi.
Bagi wanita sendiri, dengan upaya awalnya itu kini kaum wanita di negeri ini telah menikmati apa yang disebut persamaan hak tersebut. Perjuangan memang belum berakhir.

RADEN AJENG KARTINI MASA KINI
TRI KIRANA MUSLIDATUN

Menjadi istri orang nomor dua di kota segudang prestasi ini, membuat ibu dua orang anak ini  harus ekstra keras membagi waktu untuk keluarga dan kegiatan sosial kemasyarakatan. Namun dengan kekuatan niat yang tulus dan kiklasan hati untuk berbagi mampu menyingkirkan halang rintang yang ada sejauh ini. Dia adalah salah satu dari ribuan sosok  KARTINI di masa kini.

    Kehidupan kota metropolitan bahkan bisa dikatakan megapolitan sekelas Jakarta, beralih dalam kehidupan kota kecil seperti Yogyakarta, tidak membuat kecil hati memajukan negeri ini. Bermula dari kisah cinta di kampus Bulaksumur UGM lantas mengawali suatu kehidupan. Sebut saja Tri Kirana Muslidatun dan Haryadi Suyuti, dua hati bertautan hingga terucap janji suci, seusai menuntut ilmu di kampus tertua ini.
Mengawali hidup di ibukota Jakarta, bukanlah sesuatu yang mudah, mungkin bagi orang yang tidak siap, membayangkan saja enggan. “Kami berangkat dari nol babat alas di Jakarta, hingga hidup mulai mapan. Saya menetap di Jakarta setelah Bapak mendapatkan pekerjaan tetap di beberapa perusahaan dan BUMN. Kehidupan kami mulai agak mapan, tetapi tidak atau belum semapan sekarang,” kata wanita berkaca mata ini.

    Guna mendongkrak ekonomi bertahan di Jakarta, wanita kelahiran Yogyakarta 10 Mei 1969, mengawali karirnya tahun 1992 sebagai distributor produk import dari PT. Peak Perkasa. Tahun 1995 Government dan Business Relationship Libanon Company bertahan 2 tahun. Kemudian tahun 1997 hingga 2000 sebagai direktur PT. Citra Catur Mulya. Tahun 2000 hingga kini sebagai pemilik PT. Cipta Sarana Kreasi Niaganindo dan Psa Apotek FIKI Yogyakarta.

    Dari seabreg kegiatan bisnisnya, ibu dari Karina Arifiani dan Kartika Zahra Salsabila ini tetap  mencurahkan kasih sayang kepada dua buah hatinya. “Keluarga bagi saya tetap nomor satu, sesibuk apapun, mesti ada waktu untuk keluarga terutama anak. Bahkan kedua anak saya semua full Asi tidak memakai susu formula. Ini bukti betapa serius dan perhatian saya terhadap anak,” kata Ibu Ana
.

    Terbiasa dengan irama hidup kota Jakarta, membuat Tri Kirana merasa sedikit canggung pada tahun pertama menjadi istri orang nomor dua di Kota Jogja. Dikatakan, menjadi Ibu dari warga Kota Yogyakarta awalnya agak kurang pede, karena kehidupan individual ketika di Jakarta sangat dominan. Kini setelah di Jogja dengan berbagai kegiatan dan tanggung jawab sosial yang luar biasa, sementara ada dua kewajiban, yakni sebagai wiraswasta dan ibu rumah tangga, tak menyurutkan Ibu Ana memberi perhatian terhadap keluarga terutama anak menjadi prioritas.

    Tri Kirana mengaku, komunikasi antar anggota keluarga memang jadi nomor satu. Hal ini guna memantau kegiatan dan kesulitan apa yang dialami anak-anaknya. Biasanya komunikasi keluarga dia lakukan setelah sholat maghrib, dilanjutkan makan malam.Sebab setelah jam 19.00 WIB ibu orang nomor dua di Kota Yogyakarta ini akan beraktivitas lagi.

    Ditambahkan, komunikasi juga di saat anak-anak menjelang tidur. “Saya berusaha nemani anak baik yang besar maupun yang kecil, sebab anak-anak lebih dekat dengan saya, termasuk hal yang privasi bisa dicurahkan dengan ibunya. Karena anak akan lebih leluasa mengungkapkan segala problemanya. Juga menjelang sekolah kita tanya kegiatan hari ini apa, sampai jam berapa. Hal ini saya lakukan meski tergesa-gesa, sesibuk apapun keluarga tetap nomor satu,”kata wanita yang membidani naga barongsai terpanjang di Asia pada perayaan Imlek lalu.

    Selain keluarga, Ibu Ana yang menerima berbagai penghargaan ini juga mengutamakan pelayanan warganya. Hal ini dibuktikan dengan pengabdian kepada warga dengan cara merespon apa kemauan warga, diantaranya kaum hawa, utamanya lansia dan posyandu. Untuk ngemong warganya Tri Kirana mengaku memakai jurus pemetaan, apa dan siapa saja yang harus dilayani Drs. Haryadi Suyuti dan Tri Kirana sebagi pendampingnya.

    ”Kegiatan PKK yang ada di Kota Yogyakarta sebagi wadah saya melayani masyarakat sampai RT/RW. Artinya, kancah organisasi ini sampai lapisan paling bawah, sebagai orang nomor dua di PKK harus totalitas. Saya melihat masyarakat Kota Yogyakarta sangat antusias dalam organisasi kemasyarakatan. Saya belajar dari masyarakat dan menyesuaikan agar dapat diterima dan direspon baik oleh masyarakat. Sehingga apabila masyarakat dapat menerima, berarti tugas sebagai pendamping orang kedua juga bisa diterima masyarakat. Kegiatan ini muaranya adalah ibadah. Artinya, apabila amanah datang dari Allah dan masyarakat apa yang saya lakukan dapat bermanfaat bagi masyarakat pula,” terang Ibu alumnus SMA Negeri 1 Yogyakarta.

    Mengenai kesetaraan gender dikatakan luar biasa. Menurut ibu yang selalu tampil modis ini, bertugas di Kota Yogyakarta yang paling membanggakan adalah bagusnya kesetaraan gender, sehingga beberapa tujuan dari berbagai organisasi sosial tercapai. Secara pribadi hal tersebut membuat kuat dan betah melayani warga. “Saya rasa kesetaraan gendar di Kota Yogyakarta cukup signifikan, karena di kota budaya ini perempuan yang bekerja cukup banyak, aktivitas sosial di wilayahpun dominasi perempuan dan laki-laki sama. Artinya, kegiatan yang ranahnya PKK, PAUD banyak bapak-bapak yang membantu, demikian pula sebaliknya. Yang lebih kentara peranserta bapak-bapak di wilayah adalah dalam PAUD. Dari 614 PAUD sudah banyak bapak-bapak menjadi pengurus, bahkan sebagai pendidik PAUD itu sendiri,” tuturnya.

    Sebaik apapun seorang wanita tetap manusia biasa, dia tak luput dari kesalahan, kekurangan dan ketidaksempurnaan. Pengalaman menunjukkan bahwa ternyata yang membawa kesejukan dalam hidup ini adalah keluarga yang solid. Yaitu keluarga yang mampu menghadapi hidup dengan kuat dan menghadapi segala tantangan. Kekuatan itu yang terpenting adalah pondasi keluarga harus kuat dan hubungan keluarga lebih dipererat. Kehebatan seorang perempuan di Indonesia telah dibuktikan Kartini, dengan emansipatorisnya membuka tirai yang selama ini menyelimuti. Kartini telah membuktikan bahwa perempuan sama hebat dengan kaum laki-laki. Kartini telah menyamakan persamaan yang selama ini dipandang sebelah mata. Berkat kartini kesetaraan itu kini dinikmati srikandi-srikandi  Indonesia. Namun wanita tidak akan bisa melawan kodratnya, yaitu dia harus melahirkan, harus menyusui dan membesarkan generasi bangsa yang telah dikandungnya.
Memohon diusahakan pengajaran dan pendidikan anak-anak perempuan, bukan sekali-kali, karena kami menginginkan anak-anak perempuan itu menjadi saingan laki-laki dalam perjuangan hidupnya, tapi karena kami yakin akan pengaruhnya yang besar sekali bagi kaum wanita, agar wanita lebih cakap melakukan kewajibannya; menjadi ibu, pendidik manusia yang pertama-tama.”
REFERENSI  :